Minggu, 08 Januari 2017

soal ikatan kimia

RPP Ikatan ion



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan      : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Mata Pelajaran            : Kimia
Kelas/Semester            : X/Ganjil
Materi Pokok              :  Ikatan Kimia
Sub Materi                  Ikatan Ion
Alokasi Waktu            : 2  45 (menit)

A.    Kompetensi Inti    :
KI 1  : Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
KI 2  : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3  : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4  : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar :
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubunganya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk. 

C. Indikator
1.   Menjelaskan kestabilan unsur gas mulia.
2.    Menjelaskan pengertian ikatan ion.
3.   Menjelaskan  proses pembentukan ikatan ion

D.    Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu :
1.      Menjelaskan kestabilan unsur gas mulia.
2.      Menjelaskan pengertian ikatan ion.
3.      Menjelaskan  proses pembentukan ikatan ion.




E.    Materi Pembelajaran

Ikatan Kimia
1.      Ikatan Ion
Unsur-unsur gas mulia terletak pada golongan VIIIA dalam sistem periodik. Unsur-unsur gas mulia, merupakan unsur yang inert. Keseluruhan unsur gas mulia, hanya tiga unsur yang dapat bereaksi dengan senyawa lain. Reaksi tersebut sangat sukar terjadi dan hanya berlangsung pada kondisi tertentu. Tiga unsur tersebut, Kr, Xe, dan Rn.
Menurut G.N Lewis dan W Kossel, kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh elektron valensinya yang berjumlah depalan, kecuali He yang hanya memiliki dua elektron valensi. Menurut mereka setiap atom dalam pembentukan senyawa membentuk konfigurasi elektron yang stabil yaitu konfigurasi elektron gas mulia yang disebut konfigurasi oktet. Oleh karena itu, dikenal ada kaidah oktet dan duplet.
Dalam pembentukan suatu senyawa, atom-atom unsur yang memiliki elektron valensi dalam jumlah sedikit misal golongan IA, IIA, dan IIIA memiliki kecenderungan mengikuti kaidah oktet. Unsur tersebut melepaskan elektron valensi membentuk ion positif. Sementara atom yang memiliki elektron valensi dalam jumlah banyak misal : IVA, VA, VIA dan VIIA. Memiliki kecenderungan mengikuti kaidah oktet dengan cara menerima elektron membentuk ion negatif.
Ikatan ion (disebut juga ikatan elektrovalen atau ikatan heteropolar) terjadi karena perpindahan elektron dari satu atom ke atom lain. Ikatan ion terjadi antara atom yang mudah melepaskan electron (elektropositif, umumnya atom logam golongan IA, IIA, dan IIIA) dan atom yang mudah menerima electron (elektronegatif, umumnya atom non logam VIA dan VIIA).
Sebagai contoh adalah pembentukan NaCl dari atom natrium (Na) dan gas klorin (Cl2) berikut:

11Na                                                11Na + e-
(2 8 1)                                             (2 8 )
17Cl + e-                                                         17Cl-
(2 8 7)                                             (2 8 8)



 Atom Na Memiliki konfigurasi elektron 2    8   1 , cenderung melepaskan sebuah elektron valensi sehingga membentuk  ion Na + ( 2     8 ). Atom Cl yang berkonfigurasi elektron 2   8   7  cenderung menerima sebuah elektron membentuk ion Cl- ( 2  8  8  8 ).
Na (2   8   1)                       → Na+ (2   8 ) + e
Cl (2   8  7) + e                   → Cl (2   8   8)

Ikatan antara ion Na+ dan ion Cl- disebabkan adanya gaya elektrostatis antara muatan positif dan muatan negatif. Ikatan yang terbentuk disebut ikatan ion. Rumus kimia NaCl adalah rumus empirisnya. Dengan berpatokan pada aturan oktet, maka rumus empiris senyawa ion dari pasangan logam dan nonlogam dapat diramalkan.
Adapun sifat-sifat senyawa ion adalah :
1.         Titik lebur dan titih didih larutan tinggi.
2.         Mudah larut dalam pelarut polar.
3.         Dalam fasa (padat), cair (lelehan dan larutan).
4.         Menghantarkan listrik dalam larutan.



F.     Metode / Pendekatan
1.      Metode            : Ceramah Bermakna, Diskusi dan Tanya jawab
2.      Pendekatan     : Konsep
3.      Model              : Student Teams-Achievement Divisions (STAD)

G. Media, Alat, dan Sumber
1.      Media        : LCD, Video animasi.
2.      Alat dan bahan:
v  Alat
Ø  Alat tulis lengkap
Ø  Papan tulis, spidol, Penghapus, dan LCD
Ø  LKS
Ø  Lembar Penilaian


H.     Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap Kegiatan
Rincian Kegiatan Guru / Siswa
Alokasi Waktu
A.    Pendahuluan
1)      1. Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran siswa.
2)      2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
3)      3. Menyampaikan materi prasyarat, yaitu tentang konfigurasi elektron dan tabel periodik unsur.
4. Menyampaikan pertanyaan motivasi :
“dari 118 unsur yang sudah ditemukan sekarang, hampir semuanya ditemukan dalam keadaan bersenyawa/berikatan dengan unsur lain, kecuali unsur-unsur gas mulia. Kenapa unsur-unsur berikatan?dan kenapa gas mulia tidak berikatan dengan unsur lain?”
5.  Menyampaikan pertanyaan masalah :
Atom pada umumnya tidak berdiri sendiri, melainkan bergabung dengan atom lain membentuk molekul atau senyawa. Lalu bagaimanakah atom-atom lain dapat membentuk ikatan?”
 (Rasa ingin tahu, religius, komunikatif, tanggung jawab, disiplin)
3 menit
B.     Inti
Kegiatan Tatap Muka / Tugas Terstruktur
6. Guru memberikan informasi berupa slide mengenai konsep dasar pembentukan suatu molekul adalah untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia.
7. Guru menjelaskan tentang ikatan ion.
8. Siswa membentuk kelompok heterogen yg terdiri dari 4-5 orang.
9. Siswa berdiskusi dan menganilisis LKS diskusi mengenai ikatan ion.
10. Siswa dan guru membahas dan menganalisis jawaban soal
(Komunikatif, rasa ingin tahu)
10 menit
C.     Penutup
11.   Guru memberikan evaluasi kepada siswa.
12. Siswa mengerjakan soal evaluasi yang  diberikan oleh guru.
13.  Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran.
14.  Guru memberikan reward kepada kelompok yang aktif.
15.   Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam.
 (Tanggung jawab, religius, disiplin, rasa ingin tahu)
2 menit




I.    Penilaian
1.      Tes                   : Test tertulis (uraian).
2.      Non tes               :
a.       Test Sikap
No.
Nama Siswa
Aspek yang Dinilai
Memperhatikan Pelajaran
Mencatat Pelajaran
Mengerjakan Tugas Tepat Waktu





























































Skala Nilai :    86 – 100          =  A
71 – 85            =  B
50 – 70            =  C
                          < 50               =  D

3.      Instrumen        :

Tugas Terstruktur (LKS)

1.      Perhatikan dan lengkapi tabel dibawah ini!
Unsur
Konfigurasi Elektron
Elektron valensi
Kecenderungan
K
L
M
N
11Na






17Cl






9F






12Mg






8O







(Skor : 25)

2.      Tentukan bagaimana pembentukkan ikatan ion yang terjadi antara :
a.       Na dan F
b.      Mg dan O
c.       Na dan O

(Skor : 75)








Kunci Jawaban

1.      Perhatikan dan lengkapi tabel dibawah ini!
Unsur
Konfigurasi Elektron
Elektron Valensi
Kecenderungan
K
L
M
N
11Na
2
8
1

1
Melepaskan 1 elektron
17Cl
2
8
7

7
Menerima 1 elektron
9F
2
7


7
Menerima 1 elektron
12Mg
2
8
2

2
Melepaskan 2 elektron
8O
2
6



Menerima 2 elektron
            ( Skor : 25 )

1.      Pembentukkan ikatan ion yang terjadi antara :

a.       Pembentukkan ikatan ion antara Na dengan F :
11Na ( 2   8   1 )                       Na+   ( 2   8 )   +  1 e             (melepaskan 1 elektron)
9F ( 2   7 )   +  1 e                   F    ( 2   8)                             (menerima 1 elektron)
Na+   +      F                    NaF

b.      Pembentukan ikatan ion Mg dan O :
Mg (2  8  2 )      →   Mg2+  (2  8)  + 2é     x 1
Cl   (2  7)  +  é   →   Cl-      (2  8)              x 2            
MgCl2     

c.       Pembentukan ikatan ion Na dan O :

Na (2    8   1 ) → Na+  (2    8) + e    x 2
O (2   6) + 2e → O2- (2   8)         x 1
Na+      +       O2-  →  2 Na+   +  O2-  → Na2O

( Skor : 75 )