Rabu, 09 September 2020

Bunga Pacar Air

Bunga pacar air warna merah 



Bunga pacar air warna ungu 


Bunga pacai air warna merah muda


 

Kamis, 13 April 2017

kriteria penilaian media pembelajaran (media cetak)

Aspek yang perlu dinilai dalam pengembangan media pembelajaran media cetak (modul):
·         Aspek Fisik/Tampilan
1.      Proporsional layout cover/sampul depan (tata letak teks dan gambar)
2.      Kesesuaian proporsi warna ( keseimbangan warna)
3.      Tampilan gambar (pemilihan gambar)
4.      Kesesuaian pemilihan jenis font (jenis huruf dan angka)
5.      Kejelasan judul modul
6.      Kesesuaian pemilihan ukuran font (ukuran huruf dan angka)
7.      Kemenarikan desain cover
8.      Ukuran modul
9.      Singkronisasi antar ilustrasi garfis, visual dan verbal

·         Aspek Pendahuluan
1.      Kejelasan petunjuk belajar (petunjuk penggunaan)
2.      Kejelasan rumusan tujuan/kompetensi
3.      Kejelasan langkah-langkah dalam persiapan pembelajaran
4.      Ketepatan penerapan strategi belajar
5.      Keterkaitan dengan modul lain yang prerekuisit
6.      Kelengkapan komponen pendahuluan

·         Aspek Isi
1.      Cakupan (keluasan dan kedalaman) isi/uraian materi
2.      Keruntutan isi/uraian materi (Struktur organisasi/urutan isi materi)
3.       Faktualisasi isi materi
4.      Aktualisasi isi materi
5.       Kejelasan dan kecukupan contoh yang disertakan
6.      Kejelasan dan kesesuaian relevansi bahasa yang digunakan
7.      Kemenarikan isi materi dalam memotivasi pengguna

·         Aspek Tugas/Evaluasi/penilaian
1.      Kejelasan petunjuk pengerjaan soal latihan/tes
2.      Runtutan soal yang disajikan
3.      Kesesuaian latihan/tes dengan kompetensi dasar
4.      Tingkat kesulitan soal/tes
5.      Keseimbangan proporsi soal latihan/tes dengan isi materi
6.      Ketepatan pemberian feedback atas jawaban pengguna
7.      Kejelasan evaluasi dalam memberikan pemecahan masalah
8.      Kemungkinan si belajar melakukan self assessment
9.      Kunci jawaban
·         Aspek Pembelajaran
1.      Kesesuaian kompetensi dasar dengan indikator
2.      Kesesuaian kompetensi dasar dengan materi program
3.      Kesesuaian standar kompetensi lulusan dengan kompetensi dasar
4.      Kejelasan judul program
5.      Kejelasan sasaran pengguna
6.      Ketepatan penerapan strategi belajar (belajar mandiri)
7.      Variasi penyampaian jenis informasi/data
8.      Ketepatan dalam penjelasan materi teoritis
9.      Ketepatan dalam penjelasan materi praktis
10.  Kemenarikan materi dalam memotivasi pengguna

·         Aspek rangkuman
1.      Kejelasan rangkuman modul (komprehensif)
2.      Ketepatan rangkuman modul sebagai materi perulangan
3.      Manfaat rangkuman sebagai bahan pengayaan
4.      Glosarium/senarai/daftar istilah
5.      Daftar pustaka

·         Aspek Pemanfaatan
1.      Kemudahan dalam penggunaan modul
2.      Kemudahan berinteraksi dengan modul
3.      Kemudahan pencarian halaman modul
4.      Kejelasan dan kesesuaian bahasa yang digunakan (bahasa komunikatif?)
5.      Ketersediaan contoh dan ilustrasi untuk memperjelas pemahaman materi
6.      Materi up to date/kontekstual

7.      Memiliki daya tarik dengan warna, gambar/ilustrasi, huruf (cetak tebal, miring, garis bawah, dsb) 

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN MEDIA CETAK (MODUL) DAN KRITERIA PENILAIAN DALAM MEDIA CETAK (MODUL)

Pengembangan Media Cetak (Modul)
Langkah-langkah pengembangan media cetak (modul) :
Pengembangan bahan belajar mandiri atau biasa disebut modul, langkah-langkah yang ditempuh adalah: (1) perencanaan; (2) penulisan; (3) review dan revisi, dan (4)  finalisasi. 

1.      Tahap  perencanaan penulisan modul

Jenis kegiatan apapun, perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilakukan. Kegiatan pengembangan bahan ajar modul juga harus diawali dengan menyusun perencanaan penulisan. Untuk menghasilkan modul yang lebih baik, biasanya pada tahap perencanaan penulisan bahan ajar modul melibatkan para ahli. Tenaga ahli dalam hal ini yaitu ahli materi pelajaran, ahli pembelajaran atau setidaknya orang yang berpengetahuan dan berpengalaman dalam bidang metodologi pembelajaran dan kurikulum, serta ahli media atau sedikitnya orang yang berpengetahuan tentang media pembelajaran.

Perencanaan dalam mempersiapkan penulisan modul adalah sangat penting, karena dengan perencanaan yang baik dalam penulisan modul, maka modul yang dihasilkan akan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi, serta kedalaman materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.

Modul yang kita kembangkan jika memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi serta sesuai dengan kemampuan peserta didik, maka akan dapat membantu peserta didik/peserta diklat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Demikian pentingnya perencanaan dalam mempersiapkan penulisan modul yang baik.

Bagi para penulis modul, ketika akan menulis modul hendaknya mulai fokus menulis sejak perencanaan, sehingga ia mengetahui dan memahami tujuan yang ingin dicapai dan materi pelajaran yang disajikan dalam pembelajaran melalui modul. Dalam merencanakan penulisan modul, terlebih dahulu penulis harus menyusun Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM yang dihasilkan selanjutnya dijadikan pedoman dalam menulis modul bahan ajar.

Ketika Anda menyusun GBIM, hendaknya Anda memikirkan faktor-faktor yang melandasi kegiatan penyusunan GBIM tersebut, sebagai berikut:

  1. Siapakah yang menjadi peserta didik yang akan memanfaatkan modul yang akan ditulis?
  2. Apakah tujuan umum dan tujuan khusus yang akan dicapai dalam pembelajaran?
  3. Materi pelajaran apakah yang akan disampaikan atau disajikan dalam modul itu?
  4. Bagaimana sistematika atau urutan penyajian materi pelajaran itu?
  5. Apa metode dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran?
  6. Bagaimanakah penilaian terhadap peserta didik/peserta diklat yang akan dilakukan?
  7. Bagaimanakah alokasi waktu pada setiap materi pelajaran yang disajikan?
  8. Bagaimanakah modul bahan ajar tersebut akan dinilai dan direvisi?
Agar modul yang Anda susun sesuai dengan kebutuhan peserta didik tersaji dengan baik, serta memiliki kebenaran dan kebermaknaan materi, maka hendaklah Anda ketahui informasi penting tentang peserta didik dalam melaksanakan tahap perencanaan menulis modul.  Coba Anda simak faktor-faktor yang melandasi perencanaan penulisan modul tersebut, sebagai berikut:
  1. Peserta didik
Ketika Anda akan menulis modul, jauh sebelumnya Anda  harus memilki informasi sejelas mungkin untuk siapa modul yang akan ditulis, siapa sasaran pembacanya. Faktor-faktor apa yang harus diketahui dan relevan untuk mengembangkan modul bahan ajar tersebut?
Coba anda simak sedikitnya ada empat faktor penting berkaitan dengan peserta didik/peserta diklat berikut ini.
·         Keadaan peserta didik, berapa jumlah peserta didik yang menjadi sasaran belajar? Berapa rata-rata usianya? Bagaimana lingkungan sosial budayanya?
·         Motivasi, mengapa mereka mengikuti pembelajaran dengan modul? Bagaimana hubungan kegiatan pembelajaran dengan pekerjaan mereka sehari-hari? Mengapa mereka memilih belajar dengan modul? Apa keinginan mereka dari kegiatan pembelajaran ini?
·         Kemampuan belajar, bagaimana kemampuan belajar mereka sebagai pebelajar? Apakah mereka telah memiliki pengalaman belajar sebelumnya? Apakah mereka memiliki cukup waktu dan fasilitas untuk belajar?
·         Latar belakang bidang studi, kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap) apakah yang telah mereka kuasai sesuai dengan bidang studi/materi  yang akan dibelajarkan? Apakah mereka memiliki pengalaman yang sesuai?
Demikian informasi tersebut sangat penting ketika anda menyajikan materi pembelajaran dalam modul.



2.      Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus
Mempertimbangkan dan menentukan tujuan (umum dan khusus) sejak awal proses penulisan modul tentunya sangat penting, karena sangat bermanfaat dalam upaya untuk menghasilkan modul yang lebih baik.
Sekedar untuk mengingatkan kembali tentang perbedaan tujuan pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus, mari kita simak penjelasan mengenai perbedaan kedua jenis tujuan pembelajaran tersebut sebagai berikut.
·         Tujuan Pembelajaran Umum, sering disingkat TPK (goal, general instructional objective) merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik  setelah selesai pembelajaran/setelah menyelesaikan suatu modul bahan ajar. Tujuan Pembelajaran Umum tersebut dapat pula menggambarkan tentang apa yang ingin disampaikan oleh pengajar/ modul.
·         Tujuan Pembelajaran Khusus, sering disingkat TPK (behavioral objective /specific instructional objective), merupakan pernyataan pernyataan yang menginformasikan apa yang dapat dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran, mengandung tentang kemampuan-kemampuan (kompetensi) khusus (pengetahuan, keterampilan, sikap) yang dapat terukur. Kemampuan-kemampuan yang dicerminkan dalam TPK dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur.
Tujuan Pembelajaran (khususnya TPK), sangat bermanfaat dalam pengembangan bahan ajar modul, karena:
1.      Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda untuk memperjelas arah dan penekanan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik/peserta diklat.
2.      Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan materi penting dan materi pendukung yang akan disajikan.
3.      Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan media dan aktivitas belajar yang  sesuai.
4.      Adanya tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan alat dan metode penilaian dalam mengukur efektivitas modul.
Selanjutnya, coba Anda ingat kembali kriteria dalam merumuskan tujuan pembelajaran khusus, dan coba rumuskan beberapa contoh tujuan pembelajaran khusus berdasarkan kriteria yang telah anda pahami.

3.      Menentukan isi dan urutan materi pembelajaran
Langkah yang Anda tempuh  dalam tahap perencanaan, setelah menentukan tujuan pembelajaran, Anda menentukan isi pelajaran dan urutannya. Cara yang  dilakukan adalah: (1) identifikasikan topik utama, konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan teori-teori yang akan disajikan dalam modul, (2) uraikan pokok bahasan ke dalam sub-sub pokok bahasan.
Pertimbangan penting yang perlu anda lakukan dalam menentukan isi dan urutan materi pembelajaran, adalah:
v  Apakah materi yang akan disajikan relevan dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan?
v  Apakah rasional  sesuai untuk dapat dipelajari dalam waktu yang ditetapkan?
v  Apakah materi akan disajikan mencakup secara keseluruhan apa yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran?
v  Apakah materi itu benar, sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik?
v  Apakah masih terdapat materi yang kurang sesuai serta tidak  diperlukan oleh peserta didik?
v  Apakah terdapat kesinambungan  antara materi sekarang dengan materi yang selanjutnya?
v  Apakah urutan materi sudah sesuai dan tepat?
4.      Memilih dan mentukan media
Sekalipun pembelajaran menggunakan modul, media sebagai pendukung dalam belajar dengan modul tetap diperlukan, seperti misalnya kaset audio, film strip, ataupun media cetak lainnya untuk mendukung pembelajaran melalui penggunaan modul, khususnya untuk memperkuat pembelajaran yang memerlukan praktek.
Pertimbangan yang perlu kita lakukan dalam memilih media pendukung pembelajaran dengan modul, diantaranya:
v  Apakah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai tepat menggunakan media?
v  Apakah perlu digunakan media atau peralatan praktek sebagai media penunjang?
v  Apakah sarana dan prasarana yang tersedia dalam kelompok memungkinkan untuk menggunaqkan suatu media?
5.      Menentukan strategi penilaian
Sejak perencanaan, penentuan strategi penilaian hasil belajar  peserta didik/peserta diklat, kiranya sangat penting dipikirkan sejak awal dalam menyusun perencaan pengembangan modul mengenai: siapa yang akan menilai, kapan penilaian dilakukan, mengapa mereka perlu dinilai, dan bagaimana cara penilaiannya.
2.      Tahap Penulisan Modul
Sebagaimana telah dijelaskan pada pembelajaran sebelumnya, bahwa pada tahap perencanaan  harus dihasilkan rencana menulis modul yang diwujudkan dalam bentuk pola dasar kegiatan pembelajaran atau Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM yang dimaksud berisi tentang peserta didik/peserta diklat, tujuan umum dan tujuan khusus, materi/isi pelajaran, media yang digunakan dan strategi penilaian.
Langkah yang tempuh dalam penulisan modul meliputi: (1) mempersiapkan outline/rancangan penulisan, dan (2) melaksanakan  penulisan.
1.      Mempersiapkan outline/rancangan penulisan
Kegiatan yang ditempuh dalam mempersiapkan outline meliputi langkah-langkah:
a.       Menentukan topik atau pokok bahaasan yang disajikan
Setelah selesai menganalisis GBIM, Anda harus melakukan pemilihan dan menilai pokok bahasan-pokok bahasan (topik) yang akan disajikan disesuaikan dengan kondisi sasaran belajarnya yaitu peserta didik.
Dalam melakukan langkah tersebut ada dua pertimbangan yang harus diingat yaitu pertama, daftar tentang kebutuhan belajar peserta didik dan tujuan pembelajaran khusus. Materi yang akan disajikan harus terkait relevan dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran khusus. Kedua, fokus pada belajar secara aktif. Agar modul yang Anda tulis mengembangkan belajar aktif, materi yang dikembangkan diarahkan pada pengembangan bahan belajar aktif, jangan terlalu mengarahkan fokus pikiran mengenai aktivitas belajar setelah uraian materi pelejaran. Oleh sebab itu  untuk mendukung pada pembelajaran aktif Anda harus meilih dan memilah materi-materi atau topik-topik apa yang akan disajikan dalam modul Anda.
b.      Mengatur urutan materi sesuai dengan urutan tujuan
Anda perlu mengatur urutan materi/topik secara logis dalam upaya membantu peserta didik menyerap materi pelajaran disajikan. Pikirkan pengalaman peserta didik sebagai titik awal, dan didasarkan pada kebutuhan peserta didik, bukan didasarkan pada  gagasan Anda semata.
Penguraian materi bergerak dari yang sederhana menuju pada yang lebih kompleks, pada setiap unit atau penggalan materi (kegiatan per unit materi pelajaran) berikan aktivitas, dan kesempatan mempraktekkan sebelum peserta didik melangkah pada pembelajaran materi selanjutnya.Jika diperlukan, pertimbangkan kemungkinan penggunaan media lain sebagai media pendukung, misalnya jika memang pada setiap akhir unit pembelajaran diharapkan siswa mendengarkan kaset audio, maka isi kaset tersebut jangan mengulang materi cetak , uraikan materi itu dari sudut pandang yang berbeda.
Ketika Anda mengatur urutan materi, coba perhatikan pertimbangan berikut:
·         Apakah tingkat kesulitan materi yang akan disajikan sesuai dengan kemampuan peserta didik?
·         Apakah materi-materi baru disampaikan secara hati-hati dan cermat?
·         Apakah aktivitas pekerjaan yang akan dilakukan peserta didik sudah jelas?
·         Apakah penggunaan media pendukung sudah sesuai?
c.       Mempersiapkan rancangan/outline penulisan
·         Adanya pendahuluan, bagian ini umumnya berisi uraian singkat mengenai informasi materi yang akan diuraikan dalam modul, hubungan dengan materi sebelumnya, menguraikan tujuan, media (jika diperlukan) dan waktu yang dibutuhkan dalam mempelajari modul, motivasi/dorongan belajar dan lain sebagainya.
·         Adanya bagian utama/inti modul, pada umumnya bagian utama sebuah modul terdiri dari beberapa penggalan/kegiatan pembelajaran. Pada setiap penggalan/kegiatan pembelajaran berisikan tentang tujuan pembelajaran khusus, uraian materi, contoh-contoh, ilustrasi, tabel, diagram, adanya latihan, dan umpan balik.
·         Adanya bagian penutup, bagian ini biasanya berisi rangkuman atu kesimpulan, penjelasan terkait dengan materi selanjutnya, serta tes yang harus dikerjakan oleh peserta didik/peserta diklat. Jadi bagian ini merupakan bagian akhir dari sebuah modul.
Jika dirinci lebih lanjut, bagan 1 yang dijelaskan tadi, dapat digambarkan lagi lebih rinci sebagai berikut:
Selanjutnya diharapkan Anda akan dapat membuat outline untuk menulis sebuah modul, karena itu coba simak contoh outline yang lebih rinci di bawah ini. Namun  sebelum menyimak contoh yang dimaksud coba pikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
·         Uraian tentang apa? Tuliskanlah dalam rancanngan/ooutline modul yang akan Anda tulis.
·         Contoh-contohnya apa? Ilustrasinya apa?
·         Umpan baliknya bagaimana?
2.      Menulis penilaian hasil belajar
Penulisan tes atau penilaian hasil belajar bagi peserta didik/peserta diklat yang belajar dengan modul, pada prinsipnya tidak terlepas dari proses pengembangan modul bahan ajar  yang dilakukan. Tentunya bagi seorang penulis modul harus mampu memilih metode, teknik dan instrumen penilaian yang sesuai untuk dapat mengukur tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Pada dasarnya penggunaan penilaian digunakan dua jenis penilaian, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif dimaksudkan untuk membantu dan memperbaiki peserta didik belajar. Sedangkan penilaian sumatif dimaksudkan untuk menginformasikan pencapaian hasil belajar.

3.      Keterbacaan dalam Modul
Keterbacaan Modul   
      Keterbacaan (readability) dari suatu modul diindikasikan oleh  beberapa aspek, diantaranya:
·         Pemahaman yang tepat mengenai isi modul
·         Tingkat kemampuan pembaca atau kelompok sasaran
·         Penggunaan bahasa modul
            Ketika Anda membaca sebuah modul misalnya, tentu akan berusaha untuk memahami modul tersebut. Dalam proses demikian sebenarnya secara tidak langsung Anda telah melakukan penilaian terhadap isi modul yang Anda baca. Dalam mempelajari modul tersebut, mungkin Anda akan menilai sukar, tidak begitu sukar, mudah atau mungkin terlalu mudah untuk dipahami. Hal penting sekarang adalah bagaimana Anda bisa menulis modul dan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta didik/sasaran pembacanya.
            Jika Anda menulis  modul, maka Anda harus berusaha agar modul yang ditulis mendorong pembacanya untuk memperoleh kesan bahwa modul yang dibaca sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian berarti keterbacaan modul yang Anda tulis memenuhi keterbacaan.Untuk terpenuhinya unsur keterbacaan modul ada beberapa aspek yang harus Anda kuasai, yaitu: (1) faktor bahasa; (2) gaya penyajian yang akrab; (3) relevansi waktu belajarnya; (4) tingkat kemampuan pembacanya/peserta didik; (5) menarik tidaknya materi yang disajikan; (6) pengorganisasian dari penyajian, dan (7) pendekatan penulisan yang digunakan, dan seterusnya.Apabila  Anda menulis modul dengan memenuhi unsur-unsur tersebut di atas, modul yang Anda tulis akan mudah dimengerti, dan berarti modul tersebut sudah memenuhi persyaratan keterbacaan.Bagaimanakah kita dapat menilai keterbacaan sebuah modul?
Faktor-faktor seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu keakraban, daya tarik, penggunaan bahasa kesesuaian dengan kemampuan pembaca dan sebagainya, sangat berpengaruh terhadap keterbacaan modul. Faktor-faktor tersebut biasanya  oleh para ahli digunakan untuk mengukur keterbacaan suatu modul. Tes yang digunakan untuk mengukur keterbacaan modul, diantaranya adalah Fog Index.Faktor lain yang penting diperhatikan dalam upaya menilai keterbacaan modul, adalah analisis sasaran. Analisis sasaran yang dimaksud di sini adalah pendalaman atau kajian untuk mengetahui tingkat kemampuan sasaran pembacanya/peserta didik. dengan kata lain bahwa analisis sasaran adalah sejauh mana kira-kira kemampuan yang dimiliki  oleh sasaran pembaca agar modul yang Anda tulis dapat mudah dipahami.Tentunya masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi daya serap sasaran pembaca/peserta didik terhadap modul yang kita tulis. Faktor-faktor itu misalnya, faktor motivasi, pengalaman, sosial ekonomi dan budaya. Dalam penulisan modul yang Anda lakukan, paling tidak yang Anda pertimbangkan adalah memperkirakan atau mempertimbangkan tingkat kemampuan pembaca/peserta didik yang Anda tuju.Dengan demikian ketika Anda menulis modul telah dapat menyesuaikannya, setidaknya memenuhi faktor pemahaman isi modul dan kemampuan daya serap.

3.      Bahasa dalam Penulisan Modul
Dalam pembelajaran ini dibahas tentang bahasa dalam penulisan modul. Bahasa modul tentunya sangat berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam buku teks. Sebagaimana kita tahu bahwa modul sebagai bahan ajar digunakan untuk belajar mandiri, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa percakapan yang mengkondisikan seolah-olah pembacanya melakukan percakapan ketika membacanya.
1.      Gaya bahasa percakapan
Gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan modul, dapat dibayangkan seperti gaya bahasa seseorang sedang bercakkap-cakap dengan orang lain yang belum saling mengenal secara baik. Dengan demikian gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan modul gunakanlah gaya bahasa percakapan. Pikirkan pula ketika Anda sedang menulis modul bayangkan seolah-olah Anda sedang berhadapan dengan pembaca, sehingga akan menimbulkan suasan akrab, karena seakan-akan terjadi komunikasi dua arah.
Gaya bahasa percakapan yang dituangkan dalam penulisan modul biasanya sering menggunakan pertanyaan-pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan yang tidak perlu dijawab langsung setelah diungkapkan. Anda bertanya pada pembaca/sasaran belajar, sebelum ia mencawab, Anda sendiri menjawabnya secara langsung. Pertanyaan demikian dimaksudkan hanya sebagai pemicu terjadinya persepsi pembecanya. Contohnya:bukankah keterampilan menulis modul telah Anda kuasai?
2.      Tata bahasa sederhana
Struktur kalimat yangdigunakan dalam uraian penyajian dalam modul, tidak menggunakan tata bahhasa secara ilmiah dan ketat seperti menentukan subyek, predikat, imbuhan, awalan ber, awalan per dan sebagainya, akan tetapi cukup gunakan kalimat-kalimat sederhana, kalimat tunggal, pendek-pendek tidak beranak bercucu.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan kalimat-kalimat panjang, namun dalam konteks tertentu kalimat panjang tetap diperlukan. Yang penting kalimat-kalimat yang digunakan harus dirakit secara logis, teratur, dan mencerminkan pikiran yang teratur pula.
3.      Penyusunan paragraf
sebuah paragraf berisikan kumpulan beberapa kalimat yang disusun secara logis, sehingga membentuk satu kesatuan utuh dari sebuah ide/pokok pikiran. Paragraf yang Anda tulis hendaknya mengarah pada suatu uraian, menuju pada suatu pokok pikiran yang dikandung oleh kalimat utama. Kalimat utama yang dimaksudkan di sini, adalah kalimat inti pada suatu paragraf, dan mengandung kunci gagasan atau ide.Agar dapat memahami ide secara jelas, maka kalimat-kalimat yang membangun paragraf itu harus dibuat jelas, padat dan pendek-pendek.

3.Tahap Review dan Uji Coba
Suatu modul yang telah selesai disusun, sekalipun penyusunannya sudah menempuh langkah-langkah yang baik (penyusunan draft 1, dan draft 2), namun tetap diperlukan perbaikan baik yang menyangkut isi maupun efektivitasnya. Kegiatan perbaikan yang dimaksud adalah melalui review dan uji coba. Proses review dan uji coba dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan dari beberapa orang terhadap modul yang Anda susun, sehingga akan diperoleh masukan dalam upaya perbaikan modul yang telah selesai disusun.
  1. Review, dilakukan dengan cara mintalah beberapa orang untuk membaca draft modul Anda, mintalah mereka mengkritisi dan memberikan komentar terhadap draft modul itu. Orang terkait untuk mereview draft modul tersebut, biasanya adalah, ahli materi bidang studi, ahli pembelajaran, tutor/guru sebagai teman sejawat. Apa yang harus dikomentari oleh mereka? Sesuai dengan tujuannya untuk memperoleh masukan dalam rangka perbaikan draft  modul, maka komentar yang harus mereka sampaikan pada dasarnya meliputi, isi materi yang disajikan, dan  teknik penyajian atau efektivitas pembelajaran. Masalah yang menyangkut tentang isi materi sajian yang perlu Anda pikirkan ketika anda sebagai reviewer, meliputi:
  • Apakah tujuan yang diungkapkan sudah tergambarkan secara jelas?
  • Apakah tujuan-tujuan itu relevan dengan kebutuhan peserta didik/sasaran pembacanya?
  • Apakah masih diperlukan adanya tambahan tujuan?
  • Apakah materi yangdisajikan sudah memadai dan cukup sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan?
  • Apakah materi yang disajiakan masih sesuai dengan perkembangan (up to-date)?
  • Apakah antara materi yang satu dengan materi lainnya dalam pembelajaran saling terkait secara logis?
  • Apakah sajian materi sudah didukung dengan contoh, analogi, dan ilustrasi yang sesuai?
Sedangkan masukan yang menyangkut penyajian/efektivitas pembelajaran dalam modul itu, Anda pikirkan:
  • Apakah dalam meodul itu sudah ada petunjuk belajar yang jelas?
  • Apakah menurut Anda peserta diklat/sasaran belajar akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
  • Apakah materi yang disajikan memiliki tingkat kesukaran yang sesuai dengan kemampuan peserta diklat/sasaran pembeca?
  • Adakah istilah-istilah baru dijelaskan sejelas mungkin?
  • Apakah aktivitas yang disarankan bermanfaat dan dapat dilaksanakan?
  • Apakah tugas-tugas yang diberikan saling terkait dengan aktivitas pembelajaran dengan modul itu?
2. Uji coba modul
Uji coba modul yang dimaksudkan di sini adalah mencobakan  draft modul kepada beberapa orang sampel sasaran belajar calon peserta diklat, caranya:
  • mintalah mereka mempelajari draft modul yang  telah diperbaiki berdasarkan hasil review.
  • Mereka diminta mempelajari selama satu sampai dua jam, amati selama kegiatan pembelajaran mereka.
  • Teliti apakah mereka memiliki pengetahuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari  modul yang Anda tulis.
  • Jelaskan tujuannya, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan uji coba modul.
  • Mintalah mereka untuk mengerjakannya secara wajar.
  • Amati bagaimana mereka mempelajari modul itu.
  • Amati dari mana mereka memulainya, bagaimana reaksi mereka terhadap aktivitas dalam modul.
  • Amati apakah ada hal-hal yang membuat mereka  bbosan/jenuh atau mengalami kesulitan.
  • Jika diantara mereka ada yang telah selesai, berilah tes untuk mengaktifkan apakah mereka telah belajar.
  • Hasil uji coba yang Anda lakukan hendaknya dijadikan dasar untuk merevisi modul Anda.
Demikian uji coba terbatas ini, namun jika hasil uji coba demikian masih kurang memberikan informasi untuk menyempurnakan modul tersebut seperti yang diperlukan, maka dapat anda lanjutkan untuk melakukan uji coba secara empirik realistik di lapangan.

Aspek yang perlu dinilai dalam pengembangan media pembelajaran media cetak (modul):
·         Aspek Fisik/Tampilan
1.      Proporsional layout cover/sampul depan (tata letak teks dan gambar)
2.      Kesesuaian proporsi warna ( keseimbangan warna)
3.      Tampilan gambar (pemilihan gambar)
4.      Kesesuaian pemilihan jenis font (jenis huruf dan angka)
5.      Kejelasan judul modul
6.      Kesesuaian pemilihan ukuran font (ukuran huruf dan angka)
7.      Kemenarikan desain cover
8.      Ukuran modul
9.      Singkronisasi antar ilustrasi garfis, visual dan verbal

·         Aspek Pendahuluan
1.      Kejelasan petunjuk belajar (petunjuk penggunaan)
2.      Kejelasan rumusan tujuan/kompetensi
3.      Kejelasan langkah-langkah dalam persiapan pembelajaran
4.      Ketepatan penerapan strategi belajar
5.      Keterkaitan dengan modul lain yang prerekuisit
6.      Kelengkapan komponen pendahuluan

·         Aspek Isi
1.      Cakupan (keluasan dan kedalaman) isi/uraian materi
2.      Keruntutan isi/uraian materi (Struktur organisasi/urutan isi materi)
3.       Faktualisasi isi materi
4.      Aktualisasi isi materi
5.       Kejelasan dan kecukupan contoh yang disertakan
6.      Kejelasan dan kesesuaian relevansi bahasa yang digunakan
7.      Kemenarikan isi materi dalam memotivasi pengguna

·         Aspek Tugas/Evaluasi/penilaian
1.      Kejelasan petunjuk pengerjaan soal latihan/tes
2.      Runtutan soal yang disajikan
3.      Kesesuaian latihan/tes dengan kompetensi dasar
4.      Tingkat kesulitan soal/tes
5.      Keseimbangan proporsi soal latihan/tes dengan isi materi
6.      Ketepatan pemberian feedback atas jawaban pengguna
7.      Kejelasan evaluasi dalam memberikan pemecahan masalah
8.      Kemungkinan si belajar melakukan self assessment
9.      Kunci jawaban
·         Aspek Pembelajaran
1.      Kesesuaian kompetensi dasar dengan indikator
2.      Kesesuaian kompetensi dasar dengan materi program
3.      Kesesuaian standar kompetensi lulusan dengan kompetensi dasar
4.      Kejelasan judul program
5.      Kejelasan sasaran pengguna
6.      Ketepatan penerapan strategi belajar (belajar mandiri)
7.      Variasi penyampaian jenis informasi/data
8.      Ketepatan dalam penjelasan materi teoritis
9.      Ketepatan dalam penjelasan materi praktis
10.  Kemenarikan materi dalam memotivasi pengguna

·         Aspek rangkuman
1.      Kejelasan rangkuman modul (komprehensif)
2.      Ketepatan rangkuman modul sebagai materi perulangan
3.      Manfaat rangkuman sebagai bahan pengayaan
4.      Glosarium/senarai/daftar istilah
5.      Daftar pustaka

·         Aspek Pemanfaatan
1.      Kemudahan dalam penggunaan modul
2.      Kemudahan berinteraksi dengan modul
3.      Kemudahan pencarian halaman modul
4.      Kejelasan dan kesesuaian bahasa yang digunakan (bahasa komunikatif?)
5.      Ketersediaan contoh dan ilustrasi untuk memperjelas pemahaman materi
6.      Materi up to date/kontekstual

7.      Memiliki daya tarik dengan warna, gambar/ilustrasi, huruf (cetak tebal, miring, garis bawah, dsb)