Pengembangan Media Cetak (Modul)
Langkah-langkah
pengembangan media cetak (modul) :
Pengembangan bahan
belajar mandiri atau biasa disebut modul, langkah-langkah yang ditempuh adalah:
(1) perencanaan; (2) penulisan; (3) review dan revisi, dan (4) finalisasi.
1.
Tahap perencanaan
penulisan modul
Jenis kegiatan apapun, perencanaan merupakan tahap awal yang harus
dilakukan. Kegiatan pengembangan bahan ajar modul juga harus diawali dengan
menyusun perencanaan penulisan. Untuk menghasilkan modul yang lebih baik,
biasanya pada tahap perencanaan penulisan bahan ajar modul melibatkan para
ahli. Tenaga ahli dalam hal ini yaitu ahli materi pelajaran, ahli pembelajaran
atau setidaknya orang yang berpengetahuan dan berpengalaman dalam bidang
metodologi pembelajaran dan kurikulum, serta ahli media atau sedikitnya orang
yang berpengetahuan tentang media pembelajaran.
Perencanaan
dalam mempersiapkan penulisan modul adalah sangat penting, karena dengan
perencanaan yang baik dalam penulisan modul, maka modul yang dihasilkan akan
memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi, serta kedalaman materi yang sesuai
dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Modul yang kita
kembangkan jika memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi serta sesuai dengan
kemampuan peserta didik, maka akan dapat membantu peserta didik/peserta diklat
mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Demikian pentingnya
perencanaan dalam mempersiapkan penulisan modul yang baik.
Bagi para
penulis modul, ketika akan menulis modul hendaknya mulai fokus menulis sejak
perencanaan, sehingga ia mengetahui dan memahami tujuan yang ingin dicapai dan
materi pelajaran yang disajikan dalam pembelajaran melalui modul. Dalam
merencanakan penulisan modul, terlebih dahulu penulis harus menyusun
Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM yang dihasilkan selanjutnya dijadikan
pedoman dalam menulis modul bahan ajar.
Ketika Anda
menyusun GBIM, hendaknya Anda memikirkan faktor-faktor yang melandasi kegiatan
penyusunan GBIM tersebut, sebagai berikut:
- Siapakah yang menjadi peserta didik
yang akan memanfaatkan modul yang akan ditulis?
- Apakah tujuan umum dan tujuan
khusus yang akan dicapai dalam pembelajaran?
- Materi pelajaran apakah yang akan
disampaikan atau disajikan dalam modul itu?
- Bagaimana sistematika atau urutan
penyajian materi pelajaran itu?
- Apa metode dan media yang akan
digunakan dalam pembelajaran?
- Bagaimanakah penilaian terhadap
peserta didik/peserta diklat yang akan dilakukan?
- Bagaimanakah alokasi waktu pada
setiap materi pelajaran yang disajikan?
- Bagaimanakah modul bahan ajar
tersebut akan dinilai dan direvisi?
Agar modul yang Anda susun sesuai dengan kebutuhan peserta
didik tersaji dengan baik, serta memiliki kebenaran dan kebermaknaan materi,
maka hendaklah Anda ketahui informasi penting tentang peserta didik dalam
melaksanakan tahap perencanaan menulis modul. Coba Anda simak
faktor-faktor yang melandasi perencanaan penulisan modul tersebut, sebagai
berikut:
- Peserta didik
Ketika Anda akan menulis modul,
jauh sebelumnya Anda harus memilki informasi sejelas mungkin untuk siapa
modul yang akan ditulis, siapa sasaran pembacanya. Faktor-faktor apa yang harus
diketahui dan relevan untuk mengembangkan modul bahan ajar tersebut?
Coba anda simak sedikitnya ada
empat faktor penting berkaitan dengan peserta didik/peserta diklat berikut ini.
·
Keadaan peserta didik, berapa jumlah peserta
didik yang menjadi sasaran belajar? Berapa rata-rata usianya? Bagaimana
lingkungan sosial budayanya?
·
Motivasi, mengapa mereka mengikuti pembelajaran
dengan modul? Bagaimana hubungan kegiatan pembelajaran dengan pekerjaan mereka
sehari-hari? Mengapa mereka memilih belajar dengan modul? Apa keinginan mereka
dari kegiatan pembelajaran ini?
·
Kemampuan belajar, bagaimana kemampuan belajar
mereka sebagai pebelajar? Apakah mereka telah memiliki pengalaman belajar
sebelumnya? Apakah mereka memiliki cukup waktu dan fasilitas untuk belajar?
·
Latar belakang bidang studi, kompetensi
(pengetahuan, keterampilan, sikap) apakah yang telah mereka kuasai sesuai
dengan bidang studi/materi yang akan dibelajarkan? Apakah mereka memiliki
pengalaman yang sesuai?
Demikian
informasi tersebut sangat penting ketika anda menyajikan materi pembelajaran
dalam modul.
2.
Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus
Mempertimbangkan dan menentukan tujuan (umum dan khusus)
sejak awal proses penulisan modul tentunya sangat penting, karena sangat
bermanfaat dalam upaya untuk menghasilkan modul yang lebih baik.
Sekedar untuk mengingatkan kembali tentang perbedaan tujuan
pembelajaran umum dan tujuan pembelajaran khusus, mari kita simak penjelasan
mengenai perbedaan kedua jenis tujuan pembelajaran tersebut sebagai berikut.
·
Tujuan Pembelajaran Umum, sering
disingkat TPK (goal, general instructional objective) merupakan
pernyataan tentang apa yang diharapkan dapat dikuasai oleh peserta didik
setelah selesai pembelajaran/setelah menyelesaikan suatu modul bahan ajar.
Tujuan Pembelajaran Umum tersebut dapat pula menggambarkan tentang apa yang
ingin disampaikan oleh pengajar/ modul.
·
Tujuan Pembelajaran Khusus, sering
disingkat TPK (behavioral objective /specific instructional objective),
merupakan pernyataan pernyataan yang menginformasikan apa yang dapat dicapai
oleh peserta didik setelah menyelesaikan suatu kegiatan pembelajaran,
mengandung tentang kemampuan-kemampuan (kompetensi) khusus (pengetahuan,
keterampilan, sikap) yang dapat terukur. Kemampuan-kemampuan yang dicerminkan
dalam TPK dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur.
Tujuan
Pembelajaran (khususnya TPK), sangat bermanfaat dalam pengembangan bahan ajar
modul, karena:
1. Adanya
tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda untuk memperjelas
arah dan penekanan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik/peserta diklat.
2. Adanya
tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan
materi penting dan materi pendukung yang akan disajikan.
3. Adanya
tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan
media dan aktivitas belajar yang sesuai.
4. Adanya
tujuan pembelajaran khusus yang jelas, akan membantu Anda dalam menentukan alat
dan metode penilaian dalam mengukur efektivitas modul.
Selanjutnya,
coba Anda ingat kembali kriteria dalam merumuskan tujuan pembelajaran khusus,
dan coba rumuskan beberapa contoh tujuan pembelajaran khusus berdasarkan
kriteria yang telah anda pahami.
3.
Menentukan isi dan urutan materi pembelajaran
Langkah yang Anda tempuh dalam tahap perencanaan,
setelah menentukan tujuan pembelajaran, Anda menentukan isi pelajaran dan
urutannya. Cara yang dilakukan adalah: (1) identifikasikan topik utama,
konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan teori-teori yang akan disajikan dalam
modul, (2) uraikan pokok bahasan ke dalam sub-sub pokok bahasan.
Pertimbangan penting yang perlu anda lakukan dalam menentukan
isi dan urutan materi pembelajaran, adalah:
v
Apakah materi yang akan disajikan relevan dengan
tujuan pembelajaran yang dirumuskan?
v
Apakah rasional sesuai untuk dapat
dipelajari dalam waktu yang ditetapkan?
v
Apakah materi akan disajikan mencakup secara
keseluruhan apa yang diperlukan peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran?
v
Apakah materi itu benar, sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik?
v
Apakah masih terdapat materi yang kurang sesuai
serta tidak diperlukan oleh peserta didik?
v
Apakah terdapat kesinambungan antara
materi sekarang dengan materi yang selanjutnya?
v
Apakah urutan materi sudah sesuai dan tepat?
4.
Memilih dan mentukan media
Sekalipun
pembelajaran menggunakan modul, media sebagai pendukung dalam belajar dengan
modul tetap diperlukan, seperti misalnya kaset audio, film strip, ataupun media
cetak lainnya untuk mendukung pembelajaran melalui penggunaan modul, khususnya
untuk memperkuat pembelajaran yang memerlukan praktek.
Pertimbangan
yang perlu kita lakukan dalam memilih media pendukung pembelajaran dengan
modul, diantaranya:
v
Apakah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai
tepat menggunakan media?
v
Apakah perlu digunakan media atau peralatan
praktek sebagai media penunjang?
v
Apakah sarana dan prasarana yang tersedia dalam
kelompok memungkinkan untuk menggunaqkan suatu media?
5.
Menentukan strategi penilaian
Sejak
perencanaan, penentuan strategi penilaian hasil belajar peserta
didik/peserta diklat, kiranya sangat penting dipikirkan sejak awal dalam
menyusun perencaan pengembangan modul mengenai: siapa yang akan menilai, kapan
penilaian dilakukan, mengapa mereka perlu dinilai, dan bagaimana cara
penilaiannya.
2. Tahap Penulisan Modul
Sebagaimana
telah dijelaskan pada pembelajaran sebelumnya, bahwa pada tahap
perencanaan harus dihasilkan rencana menulis modul yang diwujudkan dalam
bentuk pola dasar kegiatan pembelajaran atau Garis Besar Isi Modul (GBIM). GBIM
yang dimaksud berisi tentang peserta didik/peserta diklat, tujuan umum dan
tujuan khusus, materi/isi pelajaran, media yang digunakan dan strategi
penilaian.
Langkah
yang tempuh dalam penulisan modul meliputi: (1) mempersiapkan outline/rancangan
penulisan, dan (2) melaksanakan penulisan.
1. Mempersiapkan
outline/rancangan penulisan
Kegiatan yang ditempuh dalam mempersiapkan outline meliputi
langkah-langkah:
a.
Menentukan topik atau pokok bahaasan yang disajikan
Setelah selesai menganalisis GBIM, Anda harus melakukan
pemilihan dan menilai pokok bahasan-pokok bahasan (topik) yang akan disajikan
disesuaikan dengan kondisi sasaran belajarnya yaitu peserta didik.
Dalam melakukan langkah tersebut ada dua pertimbangan yang harus
diingat yaitu pertama, daftar tentang kebutuhan belajar peserta didik dan
tujuan pembelajaran khusus. Materi yang akan disajikan harus terkait relevan
dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran khusus. Kedua, fokus
pada belajar secara aktif. Agar modul yang Anda tulis mengembangkan belajar
aktif, materi yang dikembangkan diarahkan pada pengembangan bahan belajar
aktif, jangan terlalu mengarahkan fokus pikiran mengenai aktivitas belajar
setelah uraian materi pelejaran. Oleh sebab itu untuk mendukung pada
pembelajaran aktif Anda harus meilih dan memilah materi-materi atau topik-topik
apa yang akan disajikan dalam modul Anda.
b.
Mengatur urutan materi sesuai dengan urutan tujuan
Anda perlu mengatur urutan materi/topik secara logis dalam
upaya membantu peserta didik menyerap materi pelajaran disajikan. Pikirkan
pengalaman peserta didik sebagai titik awal, dan didasarkan pada kebutuhan
peserta didik, bukan didasarkan pada gagasan Anda semata.
Penguraian
materi bergerak dari yang sederhana menuju pada yang lebih kompleks, pada
setiap unit atau penggalan materi (kegiatan per unit materi pelajaran) berikan
aktivitas, dan kesempatan mempraktekkan sebelum peserta didik melangkah pada
pembelajaran materi selanjutnya.Jika diperlukan, pertimbangkan kemungkinan
penggunaan media lain sebagai media pendukung, misalnya jika memang pada setiap
akhir unit pembelajaran diharapkan siswa mendengarkan kaset audio, maka isi
kaset tersebut jangan mengulang materi cetak , uraikan materi itu dari sudut
pandang yang berbeda.
Ketika
Anda mengatur urutan materi, coba perhatikan pertimbangan berikut:
·
Apakah tingkat kesulitan materi yang
akan disajikan sesuai dengan kemampuan peserta didik?
·
Apakah materi-materi baru disampaikan
secara hati-hati dan cermat?
·
Apakah aktivitas pekerjaan yang akan
dilakukan peserta didik sudah jelas?
·
Apakah penggunaan media pendukung sudah
sesuai?
c.
Mempersiapkan rancangan/outline penulisan
·
Adanya pendahuluan, bagian ini umumnya
berisi uraian singkat mengenai informasi materi yang akan diuraikan dalam
modul, hubungan dengan materi sebelumnya, menguraikan tujuan, media (jika
diperlukan) dan waktu yang dibutuhkan dalam mempelajari modul,
motivasi/dorongan belajar dan lain sebagainya.
·
Adanya bagian utama/inti modul, pada
umumnya bagian utama sebuah modul terdiri dari beberapa penggalan/kegiatan
pembelajaran. Pada setiap penggalan/kegiatan pembelajaran berisikan tentang
tujuan pembelajaran khusus, uraian materi, contoh-contoh, ilustrasi, tabel,
diagram, adanya latihan, dan umpan balik.
·
Adanya bagian penutup, bagian ini
biasanya berisi rangkuman atu kesimpulan, penjelasan terkait dengan materi
selanjutnya, serta tes yang harus dikerjakan oleh peserta didik/peserta diklat.
Jadi bagian ini merupakan bagian akhir dari sebuah modul.
Jika dirinci lebih lanjut, bagan 1 yang dijelaskan
tadi, dapat digambarkan lagi lebih rinci sebagai berikut:
Selanjutnya diharapkan Anda akan dapat membuat
outline untuk menulis sebuah modul, karena itu coba simak contoh outline yang
lebih rinci di bawah ini. Namun sebelum menyimak contoh yang dimaksud
coba pikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
·
Uraian tentang apa? Tuliskanlah dalam
rancanngan/ooutline modul yang akan Anda tulis.
·
Contoh-contohnya apa? Ilustrasinya apa?
·
Umpan baliknya bagaimana?
2. Menulis
penilaian hasil belajar
Penulisan tes atau penilaian hasil belajar bagi peserta
didik/peserta diklat yang belajar dengan modul, pada prinsipnya tidak terlepas
dari proses pengembangan modul bahan ajar yang dilakukan. Tentunya bagi
seorang penulis modul harus mampu memilih metode, teknik dan instrumen
penilaian yang sesuai untuk dapat mengukur tercapainya tujuan yang telah
ditetapkan.
Pada dasarnya penggunaan penilaian digunakan dua jenis
penilaian, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Penilaian formatif
dimaksudkan untuk membantu dan memperbaiki peserta didik belajar. Sedangkan
penilaian sumatif dimaksudkan untuk menginformasikan pencapaian hasil belajar.
3.
Keterbacaan
dalam Modul
Keterbacaan Modul
Keterbacaan
(readability) dari suatu modul diindikasikan oleh beberapa
aspek, diantaranya:
·
Pemahaman yang tepat mengenai isi modul
·
Tingkat kemampuan pembaca atau kelompok sasaran
·
Penggunaan bahasa modul
Ketika Anda
membaca sebuah modul misalnya, tentu akan berusaha untuk memahami modul
tersebut. Dalam proses demikian sebenarnya secara tidak langsung Anda telah
melakukan penilaian terhadap isi modul yang Anda baca. Dalam mempelajari modul
tersebut, mungkin Anda akan menilai sukar, tidak begitu sukar, mudah atau
mungkin terlalu mudah untuk dipahami. Hal penting sekarang adalah bagaimana
Anda bisa menulis modul dan dapat dipahami dengan mudah oleh peserta
didik/sasaran pembacanya.
Jika Anda
menulis modul, maka Anda harus berusaha agar modul yang ditulis mendorong
pembacanya untuk memperoleh kesan bahwa modul yang dibaca sesuai dengan
kemampuannya. Dengan demikian berarti keterbacaan modul yang Anda tulis
memenuhi keterbacaan.Untuk terpenuhinya unsur keterbacaan modul ada beberapa
aspek yang harus Anda kuasai, yaitu: (1) faktor bahasa; (2) gaya penyajian yang
akrab; (3) relevansi waktu belajarnya; (4) tingkat kemampuan pembacanya/peserta
didik; (5) menarik tidaknya materi yang disajikan; (6) pengorganisasian dari
penyajian, dan (7) pendekatan penulisan yang digunakan, dan
seterusnya.Apabila Anda menulis modul dengan memenuhi unsur-unsur
tersebut di atas, modul yang Anda tulis akan mudah dimengerti, dan berarti
modul tersebut sudah memenuhi persyaratan keterbacaan.Bagaimanakah kita dapat
menilai keterbacaan sebuah modul?
Faktor-faktor seperti yang telah disebutkan di atas, yaitu keakraban,
daya tarik, penggunaan bahasa kesesuaian dengan kemampuan pembaca dan
sebagainya, sangat berpengaruh terhadap keterbacaan modul. Faktor-faktor
tersebut biasanya oleh para ahli digunakan untuk mengukur keterbacaan
suatu modul. Tes yang digunakan untuk mengukur keterbacaan modul, diantaranya
adalah Fog Index.Faktor
lain yang penting diperhatikan dalam upaya menilai keterbacaan modul, adalah
analisis sasaran. Analisis sasaran yang dimaksud di sini adalah pendalaman atau
kajian untuk mengetahui tingkat kemampuan sasaran pembacanya/peserta didik.
dengan kata lain bahwa analisis sasaran adalah sejauh mana kira-kira kemampuan
yang dimiliki oleh sasaran pembaca agar modul yang Anda tulis dapat mudah
dipahami.Tentunya masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi daya serap sasaran
pembaca/peserta didik terhadap modul yang kita tulis. Faktor-faktor itu
misalnya, faktor motivasi, pengalaman, sosial ekonomi dan budaya. Dalam
penulisan modul yang Anda lakukan, paling tidak yang Anda pertimbangkan adalah
memperkirakan atau mempertimbangkan tingkat kemampuan pembaca/peserta didik
yang Anda tuju.Dengan demikian ketika Anda menulis modul telah dapat
menyesuaikannya, setidaknya memenuhi faktor pemahaman isi modul dan kemampuan
daya serap.
3. Bahasa dalam Penulisan Modul
Dalam pembelajaran ini dibahas tentang bahasa dalam penulisan
modul. Bahasa modul tentunya sangat berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam
buku teks. Sebagaimana kita tahu bahwa modul sebagai bahan ajar digunakan untuk
belajar mandiri, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa percakapan yang
mengkondisikan seolah-olah pembacanya melakukan percakapan ketika membacanya.
1. Gaya
bahasa percakapan
Gaya bahasa yang digunakan dalam penulisan modul, dapat
dibayangkan seperti gaya bahasa seseorang sedang bercakkap-cakap dengan orang
lain yang belum saling mengenal secara baik. Dengan demikian gaya bahasa yang
digunakan dalam penulisan modul gunakanlah gaya bahasa percakapan. Pikirkan
pula ketika Anda sedang menulis modul bayangkan seolah-olah Anda sedang
berhadapan dengan pembaca, sehingga akan menimbulkan suasan akrab, karena
seakan-akan terjadi komunikasi dua arah.
Gaya bahasa percakapan yang dituangkan dalam penulisan modul
biasanya sering menggunakan pertanyaan-pertanyaan retorik, yaitu pertanyaan
yang tidak perlu dijawab langsung setelah diungkapkan. Anda bertanya pada
pembaca/sasaran belajar, sebelum ia mencawab, Anda sendiri menjawabnya secara
langsung. Pertanyaan demikian dimaksudkan hanya sebagai pemicu terjadinya
persepsi pembecanya. Contohnya:bukankah keterampilan menulis modul telah
Anda kuasai?
2. Tata
bahasa sederhana
Struktur kalimat yangdigunakan dalam uraian penyajian dalam
modul, tidak menggunakan tata bahhasa secara ilmiah dan ketat seperti
menentukan subyek, predikat, imbuhan, awalan ber, awalan per dan sebagainya,
akan tetapi cukup gunakan kalimat-kalimat sederhana, kalimat tunggal,
pendek-pendek tidak beranak bercucu.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, bukan berarti Anda tidak
boleh menggunakan kalimat-kalimat panjang, namun dalam konteks tertentu kalimat
panjang tetap diperlukan. Yang penting kalimat-kalimat yang digunakan harus
dirakit secara logis, teratur, dan mencerminkan pikiran yang teratur pula.
3. Penyusunan
paragraf
sebuah paragraf berisikan kumpulan beberapa kalimat yang
disusun secara logis, sehingga membentuk satu kesatuan utuh dari sebuah
ide/pokok pikiran. Paragraf yang Anda tulis hendaknya mengarah pada suatu
uraian, menuju pada suatu pokok pikiran yang dikandung oleh kalimat utama.
Kalimat utama yang dimaksudkan di sini, adalah kalimat inti pada suatu
paragraf, dan mengandung kunci gagasan atau ide.Agar dapat memahami ide secara
jelas, maka kalimat-kalimat yang membangun paragraf itu harus dibuat jelas,
padat dan pendek-pendek.
3.Tahap Review dan Uji
Coba
Suatu modul yang telah selesai disusun, sekalipun
penyusunannya sudah menempuh langkah-langkah yang baik (penyusunan draft 1, dan
draft 2), namun tetap diperlukan perbaikan baik yang menyangkut isi maupun
efektivitasnya. Kegiatan perbaikan yang dimaksud adalah melalui review dan uji
coba. Proses review dan uji coba dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan dari
beberapa orang terhadap modul yang Anda susun, sehingga akan diperoleh masukan
dalam upaya perbaikan modul yang telah selesai disusun.
- Review, dilakukan dengan cara
mintalah beberapa orang untuk membaca draft modul Anda, mintalah mereka
mengkritisi dan memberikan komentar terhadap draft modul itu. Orang
terkait untuk mereview draft modul tersebut, biasanya adalah, ahli materi
bidang studi, ahli pembelajaran, tutor/guru sebagai teman sejawat. Apa
yang harus dikomentari oleh mereka? Sesuai dengan tujuannya untuk
memperoleh masukan dalam rangka perbaikan draft modul, maka komentar
yang harus mereka sampaikan pada dasarnya meliputi, isi materi yang disajikan,
dan teknik penyajian atau efektivitas pembelajaran. Masalah yang
menyangkut tentang isi materi sajian yang perlu Anda pikirkan ketika anda
sebagai reviewer, meliputi:
- Apakah tujuan yang diungkapkan
sudah tergambarkan secara jelas?
- Apakah tujuan-tujuan itu relevan
dengan kebutuhan peserta didik/sasaran pembacanya?
- Apakah masih diperlukan adanya
tambahan tujuan?
- Apakah materi yangdisajikan sudah
memadai dan cukup sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan?
- Apakah materi yang disajiakan masih
sesuai dengan perkembangan (up to-date)?
- Apakah antara materi yang satu
dengan materi lainnya dalam pembelajaran saling terkait secara logis?
- Apakah sajian materi sudah didukung
dengan contoh, analogi, dan ilustrasi yang sesuai?
Sedangkan masukan yang menyangkut penyajian/efektivitas
pembelajaran dalam modul itu, Anda pikirkan:
- Apakah dalam meodul itu sudah ada
petunjuk belajar yang jelas?
- Apakah menurut Anda peserta
diklat/sasaran belajar akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang ditetapkan?
- Apakah materi yang disajikan
memiliki tingkat kesukaran yang sesuai dengan kemampuan peserta
diklat/sasaran pembeca?
- Adakah istilah-istilah baru
dijelaskan sejelas mungkin?
- Apakah aktivitas yang disarankan
bermanfaat dan dapat dilaksanakan?
- Apakah tugas-tugas yang diberikan
saling terkait dengan aktivitas pembelajaran dengan modul itu?
2. Uji coba modul
Uji coba modul yang dimaksudkan di sini adalah
mencobakan draft modul kepada beberapa orang sampel sasaran belajar calon
peserta diklat, caranya:
- mintalah mereka mempelajari draft
modul yang telah diperbaiki berdasarkan hasil review.
- Mereka diminta mempelajari selama
satu sampai dua jam, amati selama kegiatan pembelajaran mereka.
- Teliti apakah mereka memiliki
pengetahuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul yang
Anda tulis.
- Jelaskan tujuannya, bahwa kegiatan
ini adalah kegiatan uji coba modul.
- Mintalah mereka untuk
mengerjakannya secara wajar.
- Amati bagaimana mereka mempelajari
modul itu.
- Amati dari mana mereka memulainya,
bagaimana reaksi mereka terhadap aktivitas dalam modul.
- Amati apakah ada hal-hal yang
membuat mereka bbosan/jenuh atau mengalami kesulitan.
- Jika diantara mereka ada yang telah
selesai, berilah tes untuk mengaktifkan apakah mereka telah belajar.
- Hasil uji coba yang Anda lakukan
hendaknya dijadikan dasar untuk merevisi modul Anda.
Demikian
uji coba terbatas ini, namun jika hasil uji coba demikian masih kurang
memberikan informasi untuk menyempurnakan modul tersebut seperti yang
diperlukan, maka dapat anda lanjutkan untuk melakukan uji coba secara empirik
realistik di lapangan.
Aspek yang perlu
dinilai dalam pengembangan media pembelajaran media cetak (modul):
·
Aspek
Fisik/Tampilan
1.
Proporsional layout cover/sampul depan (tata
letak teks dan gambar)
2.
Kesesuaian proporsi warna ( keseimbangan warna)
3.
Tampilan gambar (pemilihan gambar)
4.
Kesesuaian pemilihan jenis font (jenis huruf dan
angka)
5.
Kejelasan judul modul
6.
Kesesuaian pemilihan ukuran font (ukuran huruf
dan angka)
7.
Kemenarikan desain cover
8.
Ukuran modul
9.
Singkronisasi antar ilustrasi garfis, visual dan
verbal
·
Aspek
Pendahuluan
1.
Kejelasan petunjuk belajar (petunjuk penggunaan)
2.
Kejelasan rumusan tujuan/kompetensi
3.
Kejelasan langkah-langkah dalam persiapan
pembelajaran
4.
Ketepatan penerapan strategi belajar
5.
Keterkaitan dengan modul lain yang prerekuisit
6.
Kelengkapan komponen pendahuluan
·
Aspek Isi
1.
Cakupan (keluasan dan kedalaman) isi/uraian
materi
2.
Keruntutan isi/uraian materi (Struktur
organisasi/urutan isi materi)
3.
Faktualisasi isi materi
4.
Aktualisasi isi materi
5.
Kejelasan
dan kecukupan contoh yang disertakan
6.
Kejelasan dan kesesuaian relevansi bahasa yang
digunakan
7.
Kemenarikan isi materi dalam memotivasi pengguna
·
Aspek
Tugas/Evaluasi/penilaian
1.
Kejelasan petunjuk pengerjaan soal latihan/tes
2.
Runtutan soal yang disajikan
3.
Kesesuaian latihan/tes dengan kompetensi dasar
4.
Tingkat kesulitan soal/tes
5.
Keseimbangan proporsi soal latihan/tes dengan
isi materi
6.
Ketepatan pemberian feedback atas jawaban
pengguna
7.
Kejelasan evaluasi dalam memberikan pemecahan
masalah
8.
Kemungkinan si belajar melakukan self
assessment
9.
Kunci jawaban
·
Aspek
Pembelajaran
1.
Kesesuaian kompetensi dasar dengan indikator
2.
Kesesuaian kompetensi dasar dengan materi
program
3.
Kesesuaian standar kompetensi lulusan dengan
kompetensi dasar
4.
Kejelasan judul program
5.
Kejelasan sasaran pengguna
6.
Ketepatan penerapan strategi belajar (belajar
mandiri)
7.
Variasi penyampaian jenis informasi/data
8.
Ketepatan dalam penjelasan materi teoritis
9.
Ketepatan dalam penjelasan materi praktis
10.
Kemenarikan materi dalam memotivasi pengguna
·
Aspek rangkuman
1. Kejelasan
rangkuman modul (komprehensif)
2. Ketepatan
rangkuman modul sebagai materi perulangan
3. Manfaat
rangkuman sebagai bahan pengayaan
4. Glosarium/senarai/daftar
istilah
5. Daftar
pustaka
·
Aspek
Pemanfaatan
1.
Kemudahan dalam penggunaan modul
2.
Kemudahan berinteraksi dengan modul
3.
Kemudahan pencarian halaman modul
4.
Kejelasan dan kesesuaian bahasa yang digunakan
(bahasa komunikatif?)
5.
Ketersediaan contoh dan ilustrasi untuk
memperjelas pemahaman materi
6.
Materi up to date/kontekstual
7.
Memiliki daya tarik dengan warna,
gambar/ilustrasi, huruf (cetak tebal, miring, garis bawah, dsb)